Laman

Minggu, 22 September 2013

Musibah itu ......



Musibah itu ....

mengecil jika dirahasiakan; 

membesar jika dikeluhkesahkan; 

terurai jika diadukan pada Allah; 

merumit jika diumbar pada manusia...




Kamis, 19 September 2013

Koreksi Diri Kita Terlebih Dahulu, Sebelum Menyalahkan Orang Lain ......





Jika anda sholat berjam'ah lantas tidak bisa khusyu' maka jangan salahkan imam, 
dengan alasan suara sang imam buruk...,

Jika anda berkaca lantas tanpak wajah anda yang kurang rupawan maka jangan salahkan cermin...

jika anda memiliki rambut yang kurang berkilau maka jangan salahkan sampo yang anda pakai...

jika anda belajar lantas kurang paham apa yang disampaikan guru maka janganlah salahkan sang guru....

jika ... , jika....


Belajarlah menyalahkan dan mengoreksi diri sendiri terlebih dahulu sebelum menyalahkan orang lain

Para salaf menasehati agar kita tatkala melihat orang lain berusahalah untuk melihat kebaikan-kebaikan mereka, 

adapun tatkala melihat diri kita sendiri maka hendaklah kita berusaha melihat kekurangan-kekurangan kita agar kita tidak tertimpa penyakit ujub,

dan mengakui serta menghargai kelebihan orang lain, 

serta berusaha mencari udzur untuk kesalahan orang lain.


Oleh Ust. Firanda Andirja

Minggu, 15 September 2013

Jika Engkau Dicintai Allah .....



Jika engkau dicintai Allah

maka kebencian manusia kepadamu tidak akan memudhorotkanmu,

akan tetapi jika engkau dibenci oleh Allah

maka kecintaan manusia kepadamu tidak akan memberi manfaat kepadamu


Perbanyak amalan-amalan sunnah agar engkau meraih kecintaan Allah


Dalam hadits qudsi

ولا يزال عبدي يتقرب إلي بالنوافل حتى أحبه

"Senantiasa hambaKu mendekatkan dirinya kepadaKu dengan amalan-amalan sunnah hingga Akupun mencintainya"


source : ust. Firanda Andirja

Manusia Yang Paling Memberi Manfaat Kepadamu .......


Bismillah...

فصل أنفع الناس لك رجل مكنك من نفسه حتى تزرع فيه خيرا أوتصنع إليه معروفا فأنه

نعم العون لك على منفعتك وكمالك فانتفاعك به في الحقيقة مثل انتفاعه بك أو أكثر

وأضر الناس عليك من مكن نفسه منك حتى تعصي الله فيه فإنه عون لك على مضرتك

ونقصك

→Manusia yang paling memberi manfaat untukmu adalah seseorang yang membiarkan dirimu bergaul dengannya, sehingga engkau bisa menanamkan kebajikan atau memberi kebaikan padanya.

Karena dia merupakan sebaik-baik penolong bagimu agar engkau bisa memberikan manfaat dan menuju kesempurnaanmu.

Pada hakekatnya, ketika engkau memanfaatkan temanmu itu sama saja dia sedang memanfaatkan dirimu, atau bahkan lebih banyak lagi.



→Sementara manusia yang paling berbahaya bagimu adalah orang yang bisa mempengaruhimu, sehingga engkau bermaksiat pada Allah dalam pertemanan itu.

Karena dia sesungguhnya telah menjadi penolongmu untuk membahayakan dirimu dan menuju kekuranganmu.



(Al-Fawaid, karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, hlm. 192).



Ikea Pruta , Food Container


IKEA PRUTA 

1 set berisi 17  units container

Kegunaan :

  • Bisa untuk tempat snack, sayuran, buah daging , ikan , dll.
  • Bisa di tempatkan di dalam Freezer , microwave, mengukus atau dibawa travelling
  • Bisa untuk menghangatkan makanan buah hati di microwave karena BPA Free
Bahan dan Keunggulan :
  • Kode Plastik PP - aman dan tidak mengandung bahan kimia berbahaya meskipun diletakkan pada suhu 120 derajat celcius 
  • BPA Free Warna  ---> wadah transparan , Tutup Hijau  terbuat dari Polypropylene dengan design dan kualitas IKEA Swedia 
Ikea Pruta bentuk plastiknya tidak seperti 'tuppy" , tidak kedap udara tapi memiliki kelebihan bahan seperti ' tuppy' dengan BPA Free alias anti bakteri sehingga aman untuk digunakan oleh semua anggota keluarga. Selain itu dapat membuat kulkas anda lebih rapi dan sedap dipandang ^_^


Terdiri dari : 

2 unit  size  14x14x6
2 unit size  12x12x14
2 unit  size  23x16x8
2 unit  size  14x14x6
2 unit  size  12x12x4
3 unit  size  12x8x4
4 unit  size   9x9x4


Harga : Rp. 98.000 /set


Pemesanan : 

 Contact Person : ika ummu hanif
 Telp/sms/wa : 0812 75331024 ( simpati) / 0819 31940674 (XL)
 Pin BB  : 25AA5DBB
 


     


Ku akui Bahwa Aku Mencintainya ......



KUAKUI BAHWA AKU MENCINTAINYA …

Ya, aku memang mencintainya.
Aku mencintainya mengalahkan cinta seseorang kepada kekasihnya.
Bahkan manakah cinta orang-orang yang jatuh cinta dibanding cintaku ini?!


Ya, aku mencintainya.
Bahkan demi Allah, aku merindukannya. 
Aku merasakan sentuhannya yang lembut, menyentuh relung hatiku.
Aku tidak mendengarnya melainkan rinduku seakan terbang ke langit,
lalu hatiku menari-nari dan jiwaku menjadi tentram.


Aku mencintaimu duhai perkataan yang baik

Aku mencintaimu duhai perkataan yang lembut

Aku mencintaimu duhai perkataan yang santun.

Alangkah indahnya ketika seorang anak mencium tangan ibunya seraya berkata,

“Semoga Allah menjagamu ibu”.

Alangkah eloknya ketika seorang ayah senantiasa mendo’akan anaknya,

“Ya Allah ridhoilah mereka, dan bahagiakan mereka di dunia dan akhirat”.

Alangkah bagusnya ketika seorang istri menyambut kedatangan suaminya dengan senyuman seraya berkata,

“Semoga Allah tidak menjauhkan kami darimu, rumah ini serasa gelap tanpa dirimu”.


Alangkah baiknya ketika istri melepaskan kepergian suami bekerja di pagi hari, ia berkata, “Jangan beri kami makan dari yang haram, kami tidak sanggup memakannya”.


Kalimat dan ungkapan yang indah, bukankah begitu? 
Bukankah kita berharap kalimat dan ungkapan seperti ini dikatakan kepada kita? 
Bukankah setiap kita berangan-angan mengatakan kalimat-kalimat seperti ini kepada orang-orang yang dicintainya? 
Akan tetapi kenapa kita tidak atau jarang mendengarnya?


Penyebabnyanya adalah kebiasaan. 
Barangsiapa yang membiasakan lisannya mengucapkan kata-kata yang lembut berat baginya untuk meninggalkannya, begitu pula sebaliknya.


Orang yang terbiasa memanggil istrinya dengan kata “kekasihku” sulit baginya memanggil istrinya seperti sebagian orang memanggil istrinya, ‘Hei ..hai ..”. atau “Kau ..” dan lain sebagainya.


Barangsiapa yang terbiasa memulai ucapannya kepada anaknya, “Ananda, Anakku, Putriku” tidak seperti sebagian lain yang mengatakan, “Bongak .. jahat ..setan!” maka ia berat mengucapkan selain itu.


Kenapa kita tidak bisa mengucapkan satu ungkapan cinta saja kepada anak-anak kita, ibu kita, dan keluarga kita? Jika adapun kalimat tersebut keluar dengan malu-malu.


Kenapa lisanmu terkunci di dekat istrimu atau dihadapan ayah dan ibumu, sedangkan dihadapan temanmu, kata-katamu begitu mesra?!


Biasakanlah – misalnya- mengucapkan kepada ibumu, “Ibu, do’akan kami. 
Apakah ibu ingin titip sesuatu agar ananda beli sebelum ananda berangkat?”


Biasakanlah mengucapkan kepada anakmu kata-kata (sayangku, anakku) dan apabila ia mengambilkan sesuatu untukmu seperti segelas air katakana kepadanya Jazakallah atau ungkapan terima kasih.


Jika putra atau putrimu meminta sesuatu darimu dan engkau sanggup memberikannya serta itu baik untuknya katakanlah kepada mereka dengan tulus,


“Dengan sepenuh hati, ayah akan bawakan untukmu”.

Cobalah kata-kata dan kalimat yang lembut dan senyuman yang manis, lalu lihatlah hasilnya!

Lihatlah bagaimana Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallama berbicara kepada anak istrinya.

Perhatikanlah kelembutan hatinya, serta keindahan tutur katanya.

Beliaulah sebaik-baik suri teladan.




SOURCE:

tulisan dari abuzubair.net (Ustadz. Abu Zubair Hawaary, Lc)