Laman

Jumat, 20 Desember 2013

Sahabat .....



Jika sahabatmu berlaku buruk terhadapmu, 
catat keburukannya di atas pasir, 
agar angin ‘kan menghapusnya..


Bila ia berlaku baik terhadapmu,
 catat kebaikannya di atas batu
 agar angin tak dapat menghapusnya.





.@almonajjid - Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid, pengasuh web IslamQA.

Wanita Yang Cantik ....



WANITA yang Cantik Kulitnya, akan Takut Terbakar Panas Matahari,,
Sedangkan,,
WANITA yang Cantik Akhlaknya akan Takut Terbakar Api Neraka..


WANITA yang Cantik Wajahnya akan Berseri- seri Menikmati Duniawi,,
Sedangkan,,
WANITA yang Cantik Hatinya akan Tunduk, Patuh dan Takut pada Illahi.


WANITA yang Cantik Dirinya, akan Menangis jika Dunia pergi Darinya,,
Sedangkan,,
WANITA yang Cantik Jiwanya akan tercukupi Hidupnya dengan Aqidahnya..


WANITA yang Cantik Hidupnya akan Bangga dengan Kemewahaannya,,
Sedangkan,,
WANITA yang Cantik akhiratnya akan Berpuasa dan Bersedekah dengan Hartanya..


Dan WANITA yang Cantik Zamannya, akan mengikuti Akal, Nafsu dan Segala kehendaknya,,
Sedangkan,,
WANITA yang Cantik Waktunya, akan menemukan Hikmah, Ilmu dan Segala Amal Soleh untuknya.. 



( Via ust. Firanda Andirja )

Senin, 16 Desember 2013

Ujian Itu ....



Ujian itu ..........

Terurai jika di Adukan kepada Allah ta'ala.

Mengecil jika dirahasiakan,

Membesar jika dikeluh-kesahkan,

Merumit jika diumbar kepada manusia…

Merendahkan harga diri jika dibuat status di sosmed.



Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata dalam menukil perkataan Ibnu ‘Abbas: 

Malaikat tersebut mencatat setiap perkataan hamba, yang baik maupun yang buruk hingga mereka menulis perkataan; saya berkata, saya minum, saya pergi, saya datang, dan saya melihat.” 


Ibnu Katsir juga berkata: 

“Disebutkan bahwa Imam Ahmad mengeluh ketika sakit. 

Kemudian ia mendengar Thawus berkata, 

Malaikat mencatat segala sesuatu hingga suara keluhan. 

Imam Ahmad pun tidak pernah mengeluh lagi hingga meninggal dunia, semoga Allah merahmatinya.” 

[Tafsir Ibnu Katsir 4/225]



HINDARI MENGELUH DALAM HIDUP !

Selasa, 10 Desember 2013

Wanita Muslimah ....



Muslimah...

wanita muslimah…laksana bunga….yang menawan…
wanita muslimah yang sholehah….
bagaikan sebuah perhiasan yang tiada ternilai harganya….
Begitu indah…
begitu berkilau...
begitu menentramkan...

teramat banyak yang ingin meraih bunga tersebut…
Namun tentunya....
tak sembarang orang berhak meraihnya….
menghirup sarinya….


”Wahai Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”
(QS. Al Furqan: 74)


hanya yang dia yang benar-benar terpilihlah...yang dapat memetiknya...
yang dapat meraih pesonanya...
dengan harga mahal yang teramat suci…
sebuah ikatan amat indah…bernama pernikahan…
karena itu…sebelum saatmu tiba….sebelum orang terpilih itu datang dan menggandengmu dalam istananya…

janganlah engkau biarkan dirimu layu sebelum masanya…
jangan kau biarkan serigala liar menjadikanmu bahan permainan dalam keisengannya…
jangan kau biarkan kumbang berebutan menghisap madumu…
jangan kau biarkan mereka mengintipmu diam-diam…dan menikmati pesonamu dalam kesendiriannya….
Jangan kau biarkan ia permainkan hatimu yang rapuh….atas nama taaruf…atas nama cinta...

Ya…atas nama cinta…

Jangan kau biarkan ia permainkan hatimu yang rapuh….atas nama taaruf…atas nama cinta

Kau tau saudariku…??
Jika seseorang jatuh cinta….maka cinta akan membungkus seluruh aliran darahnya…membekuknya dalam jari-jarinya…dan menutup semua mata…hati dan pikirannya….
Membuat seseorang lupa akan prinsipnya….
Membuat seseorang lupa akan besarnya fitnah ikhwan-akhwat…
Membuat seseorang lupa akan apa yang benar dan apa yang seharusnya ia hindarkan…
Membuat seseorang itu lupa akan apa yang telah ia pelajari sebelumnya tentang batasan-batasan pergaulan ikhwan akhwat…
Membuat seseorang menyerahkan apapun…supaya orang yang ia cintai…”bahagia” atau ridho terhadap apa yang ia lakukan…

Membuat orang tersebut lupa…bahwa….cinta mereka belum tentu akan bersatu dalam pernikahan….

Ya saudariku….ukhty fillah…

Jangan sampai cinta menjerumuskanmu dalam lubang yang telah engkau tutup rapat sebelumnya…

Karena itu…jika engkau mulai menyadari adanya benih-benih cinta mulai tertanam lembut dalam hatimu yang rapuh…segeralah…buat sebuah benteng yang tebal…yang kokoh…
Tanam rumput beracun disekelilingnya…
Pasang semak berduri di muara-muaranya

Cinta sejati hanyalah pada Rabbul Izzati.
Cinta yang takkan bertepuk sebelah tangan. Namun Allah tidak egois mendominasi cinta hamba-Nya. Dia berikan kita cinta kepada anak, istri, suami, orang tua, kaum muslimin...

Cinta begitu dasyat pengaruhnya…jika engkau tau….
Karena itu…jika engkau mulai menyadari adanya benih-benih cinta mulai tertanam lembut dalam hatimu yang rapuh…
segeralah…buat sebuah benteng yang tebal…yang kokoh…
Tanam rumput beracun disekelilingnya…
Pasang semak berduri di muara-muaranya….

Berlarilah menjauhinya…menjauhi orang yang kau cintai….
Buat jarak yang demikian lebar padanya….

jangan kau berikan ia kesempatan untuk menjajaki hatimu...

Biarlah air mata mengalir untuk saat ini…
Karena kelak yang akan kalian temui adalah kebahagiaan…
biarlah sakit ini untuk sementara waktu...
biarlah luka ini mengering dengan berjalannya kehidupan...

Karena…cinta tidak lain akan membuat kalian sendiri yang menderita…
Kalian sendiri…

Saudariku…. tentunya sudah mengerti dan paham...
bagaimana rasanya jika sedang jatuh cinta...
jika dia jauh..kita merasa sakit karena rindu...
jika ia dekat...kita merasa sakit...karena takut kehilangan....

padahal...ia belum halal untukmu...dan mungkin tidak akan pernah menjadi yang halal...

karena itu...jauhilah ia...
jangan kau biarkan dia menanamkan benih-benih cinta di hatimu....dan kemudian mengusik hatimu...
jangan kau biarkan dia mempermainkanmu dalam kisah yang bernama cinta...

maka...bayangkanlah keadaan ini...tentang suamimu kelak...

Hadis riwayat Abu Musa radhiyallaahu 'anhu, ia berkata:
Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda:

Tidak seorang pun yang lebih sabar mendengar sesuatu yang menyakitkan selain Allah, karena meskipun Allah disekutukan dan dianggap memiliki anak, tetapi Allah tetap memberikan kesehatan dan rezeki kepada mereka.

(Shahih Muslim No.5016)

sahabatku...
sukakah engkau..??
apabila saat ini ternyata suamimu (kelak) sedang memikirkan wanita yang itu bukan engkau..???

sukakah engkau..??
bila ternyata suamimu (kelak) saat ini tengah mengobrol akrab...

tertawa riang...becanda...
saling menatap...
saling menggoda...
saling mencubit...
saling memandang dengan sangat...
saling menyentuh...???
dan bahkan lebih dari itu...??

sukakah engkau saudariku...??

sukakah engkau bila ternyata saat ini suamimu (kelak) sedang jalan bersama gadis lain yang itu bukan engkau...??
sukakah engkau...??
bila saat ini suamimu (kelak) tengah berpikir dan merencanakan pertemuan berikutnya...??
tengah disibukkan oleh rencana-rencana...apa saja yang akan ia lakukan bersama gadis itu...??

tidak cemburukah engkau temanku..??
bila saat ini suamimu (kelak) sedang makan bareng bersama gadis lain...atau bahkan segerombolan gadis lain..?
suamimu (kelak) saat ini sedang digoda oleh gadis-gadis..
suamimu (kelak) sedang ditelepon dengan mesra...
suamimu (kelak) saat ini sedang dicurhatin gadis-gadis... yang berkata..."aku tak bisa jika sehari tak mengobrol denganmu..."

tidak cemburukah...?? tidak cemburukah...??
tidak cemburukaaaaahhhhhhhh......???

tidak terasa bagaimanakah..
jika suamimu (kelak) saat ini tengah beradu pandangan...
bercengkrama..
bercerita tentang masa depannya...
dengan gadis lain yang bukan engkau...???

sukakah engkau kiranya suamimu (kelak) saat ini tidak bisa tidur karena memikirkan gadis tersebut...??
menangis untuk gadis tersebut...??
dan berkata dengan hati hancur...

"aku sangat mencintaimu...aku sangat mencintaimu...???"
tidak patah hatikah engkau...???
sukakakah engkau bila suamimu (kelak ) berkata pada gadis lain.."tidak ada orang yang lebih aku cintai selain engkau...??"
menyebut gadis tersebut dalam doanya...
memohon pada Allah supaya gadis tersebut menjadi istrinya...

dan ternyata engkaulah yang kelak akan jadi istrinya...
dan bukan gadis tersebut...???

jika engkau tidak suka akan hal itu...
jika engkau merasa cemburu....
maka demikian halnya dengan suamimu (kelak)...

dan...Allah jauh lebih cemburu daripada suamimu....
Allah lebih cemburu...saudariku...
melihat engkau sendirian...namun pikiranmu enggan berpindah dari laki-laki yang telah mengusik hatimu tersebut....

saudariku....kalian percaya takdir bukan..?

saudariku....kalian percaya takdir bukan..?

apabila dua orang telah digariskan untuk dapat hidup bersama...
maka...
sejauh apapun mereka...
sebanyak apapun rintangan yang menghalangi...
sebesar apapun beda diantara mereka...
sekuat apapun usaha dua orang tersebut untuk menghindarkannya...

meski mereka tidak pernah komunikasi sebelumnya...
meski mereka sama sekali tidak pernah membayangkan sebelumnya...
meski mereka tidak pernah saling bertegur sapa...

PASTI tetap saja mereka akan bersatu....
seakan ada magnet yang menarik mereka...
akan ada hal yang datang...untuk menyatukan mereka berdua....
akan ada suatu kejadian...yang membuat mereka saling mendekat...dan akhirnya bersatu...

Dari Usamah bin Zaid, Rosulullah shollallahu’alaihi wasallam bersabda:

“Tidak pernah kutinggalkan sepeninggalku godaan yang lebih berbahaya bagi kaum lelaki selain daripada godaan wanita.”

namun...
apabila dua orang telah ditetapkan untuk tidak berjodoh...
maka...
sebesar apapun usaha mereka untuk saling mendekat...
sekeras apapun upaya orang disekitar mereka untuk menyatukannya...
sekuat apapun perasaan yang ada diantara mereka berdua...
sebanyak apapun komunikasi diantara mereka sebelumnya...
sedekat apapun...

PASTI...akan ada hal yang membuat mereka akhirnya saling menjauh...
ada hal yang membuat mereka saling merasa tidak cocok...
ada hal yang membuat mereka saling menyadari bahwa memang bukan dia yang terbaik....
ada kejadian yang menghalangi mereka untuk bersatu...

bahkan ketika mereka mungkin telah menetapkan tanggal pernikahan...

namun...yang perlu dicatat disini adalah...
yakinlah...bahwa yang diberikan oleh Allah...
yakinlah...bahwa yang digariskan oleh Allah...
yakinlah...bahwa yang telah ditulis oleh Allah dalam KitabNya..
adalah...yang terbaik untuk kita....
adalah....yang paling sesuai untuk kita...
adalah...yang paling membuat kita merasa bahagia,,,,

karena Dialah...yang paling mengerti kita...lebih dari kita sendiri...
Dialah...yang paling menyayangi kita...
Dialah...yang paling mengetahui apa-apa yang terbaik untuk kita...
sementara kita hanya sedikit saja mengetahuinya...dan itupun hanya berdasarkan pada persangkaan kita...

dan....yang perlu kita catat juga adalah...

JIKA KITA TIDAK MENDAPATKAN SUATU HAL YANG KITA INGINKAN...
ITU BUKAN BERARTI BAHWA KITA TIDAK PANTAS UNTUK MENDAPATKANNYA....

NAMUN JUSTRU BERARTI BAHWA...
KITA PANTAS...
KITA PANTAS MENDAPATKAN YANG LEBIH BAIK DARI HAL TERSEBUT...
KITA PANTAS MENDAPATKAN YANG LEBIH BAIK...
SAUDARIKU....
LEBIH BAIK....

meskipun saat ini...mata manusia kita tidak memahaminya...
meskipun saat itu...perasaan kita memandangnya dengan sebelah mata...
meskipun saat itu...otak kita melihatnya sebagai sesuatu yang buruk....

Tidak...jangan terburu-buru menvonis bahwa engkau telah diberikan sesuatu yang buruk....bahwa engkau tidak pantas....
karena kelak...engkau akan menyadarinya...
engkau akan menyadarinya perlahan...bahwa apa yang telah hilang darimu....bahwa apa yang tidak engkau dapatkan....
bukanlah yang terbaik untukmu...bukanlah yang pantas untukmu...bukanlah sesuatu yang baik ,,,,untukmu....

Dari Abu Hurairah dari Rasulullah bersabda :

"Berwasiatlah kalian yang baik kepada kaum wanita, karena mereka tercipta dari tulang rusuk, dan tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas, maka kalau engkau meluruskannya berarti engkau mematahkannya, namun jika engkau membiarkannya maka dia akan selamanya bengkok, oleh karena itu berwasiatlah yang baik kepada wanita.”

(HR. Bukhari 5168, Muslim : 1468)

karena itu...saudariku...
jangan mubazirkan perasaanmu...air matamu...
jangan kau umbar semua perasaan cintamu ketika engkau tengah menjalin proses ta'arufan...
jangan kau umbar semua kekuranganmu...jangan kau ceritakan semuanya...
jangan kau terlalu ngotot ingin dengannya...jika engkau mencintainya...
karena belum tentu dia adalah jodohmu...
pun jangan takut bila ternyata kalian tidak merasa cocok...
karena Allah telah menetapkan yang terbaik untuk kalian...

maka...memohonlah padaNya...
mintalah padanya diberikan petunjuk...
dan dijauhkan dari segala godaan yang ada...
karena...cinta sebelum pernikahan...
pada hakekatnya adalah sebuah cobaan yang berat...

apakah kalian sering merasa takut…??
Karena hanya memiliki sedikit saja atau bahkan tidak memiliki teman laki-laki…???

kemudian saudariku….
apakah kalian sering merasa takut…??
Karena hanya memiliki sedikit saja atau bahkan tidak memiliki teman laki-laki…???
Apakah kalian merasa khawatir…???
Apakah kalian sering merasa iri melihat gadis-gadis lain yang banyak yang mencintai…banyak yang melamar…banyak yang menginginkannya…??

Pernahkan terlintas rasa iri tersebut pada kalian…???
Atau sekedar ungkapan…
”hmm…enak ya..kamu…punya banyak temen laki-laki….”
“hmm..kamu sih enak…banyak yang mau…tinggal milih…?”

Saudariku…ketahuilah….
Kelak…kita hanya akan memiliki satu orang suami…
Hanya satu saudariku…atau kadang lebih…jika cerai dan menikah lagi…namun saat yang bersamaan…kita hanya akan punya satu suami bukan,,,,???
Jadi seberapa banyak pun laki-laki yang menyukai kita..
Seberapa banyak teman laki-laki kita…
Seberapa banyak kenalan kita….
Pada akhirnya kita hanya akan menikah dengan satu orang laki-laki…
Pada akhirnya kita hanya akan jadi milik satu orang laki-laki…


Dan…percayalah…semua itu tidak ada kaitannya dengan banyak sedikitnya kenalan…banyak sedikitnya teman laki-laki

sama sekali tidak...
karena jika wanita yang terjaga maka Allahlah yang akan mengirimkan pendamping untuknya...
karena wanita yang terjaga adalah wanita yang banyak didamba oleh seorang ikhwan sejati...
jadi...jagalah dirimu...hatimu...kehormatanmu...sebelum saatnya tiba...

perbanyak bekalmu...dan doamu...
yakinlah...bahwa Allah yang akan memilihkan yang terbaik untukmu...
Aamiin...


*Ya Allah...karuniakanlah kami seorang suami yang sholeh...
yang menjaga dirinya...
yang menjaga hatinya hanya untuk yang halal baginya...
yang senantiasa memperbaiki dirinya...
yang senantiasa berusaha mengikuti sunnah Rasulullah...
yang baik akhlaknya...
yang menerima kami apa adanya...
yang membimbing kami dengan lemah lembut...
yang akan membawa kami menuju JannahMu Ya Rabb...

kabulkan ya Allah..
karena hati kami teramat lemah...
dan cinta sebelum menikah adalah sebuah cobaan yang berat...

al wakrah,
penghujung tahun, 11 Desember 2009

Rabu, 04 Desember 2013

Figur Seorang Ibu ....



Figur seorang ibu itu sangatlah penting ! Mengapa? - 
Karena ia sebagai tempat pondasi awal di dalam pendidikan yang pertama bagi seorang anak. 
Baik pendidikan agama maupun ilmu pengetahuan umum. 


Terkhusus pendidikan akhlak dan agama. -Ia menjadi teladan dan panutan bagi buah hatinya. 
Maka betapa banyak seorang ibu yang kurang baik akhlaknya,
 lalu buah hatinyapun mengikuti sifat dan perangainya. -
Ia menjadi penyeimbang ketenangan hati di dalam rumah tangganya. 


Itulah ibu yang cerdas ! Mampu mengkondisikan suasana. -
Ia menjadi cerminan bagi anak perempuannya di dalam sebuah ketaatan kepada suaminya.
 Maka anak perempuanpun akan melihat, bagaimana sikap ibunya kepada ayahnya. 
Apakah taat ataukah sering membangkang? 
Anak perempuan akan meniru sifat itu, setelah ia menikah nantinya. 

Maka perhatikanlah! Betapa mulianya peran seorang ibu di dalam rumah tangga. 
Tak tergantikan oleh harta maupun kedudukan. 
Tak tergantikan oleh yang lainnya. 


Menjadi ibu rumah tangga bukanlah suatu pekerjaan yang hina, namun sangatlah mulia. 
Bukanlah pekerjaan yang sia-sia , namun sangatlah berarti dan berjasa. 


Buat para ibu dan calon ibu; 
Janganlah tinggalkan rumahmu. 
Janganlah kau lupakan pendidikan yang terbaik untuk buah hatimu kelak. 
Janganlah kau terlalu tersibukkan dengan segala aktifitas di luar rumahmu. 
Karena peran dan figur seorang ibu di rumah, 
sangatlah penting dan teramat mulia bagi suaminya. 


Biarkan dan relakanlah suamimu untuk bekerja di luar sana, 
tanpa harus kau ikut terjun bersamanya. 
Relakanlah suamimu untuk pulang rumah berlarut malam karena pekerjaanya, 
tanpa kau yang harus menggantikan peranya. 


Isteri bukanlah suami dan suami bukanlah isteri. 
Masing-masing di antara keduanya memiliki hak dan kewajiban yang harus saling terpenuhi, 
tanpa harus mengorbankan salah satu di antara keduanya. 


Bagi seorang isteri, terimalah apa adanya segala pemberian dan hasil jerih payah dari suamimu. 
Tanpa menuntut dan meminta lebih, 
sehingga melupakan bagaimana cara yang terbaik untuk bersyukur. 


Itulah isteri yang baik. 
Figur seorang ibu yang bijak, 
di dalam menempatkan segala keadaan bersama pada tempatnya. 


Semoga Allah memudahkan segala perjuangan mereka (para wanita) untuk menjadi seorang ibu yang baik. Figur yang tepat bagi buah hati dan keluarganya. 
‪ibu‬ yang baik adalah cerminan bagi keluarga yang sakinah, serta masyarakat yang baik. 
Maka masyarakat yang baik, akan terlahir dari seorang ibu yang baik dan berakhlak mulia. 



by. Afza Fajri Khatami Masyhadi 
Ditulis Pada Penghujung Malam Di Kota Nabi. Rabu (04/12/13)