Laman

Jumat, 23 Mei 2014

Hati Yang Buta ...



Oh, betapa malangnya hati yang buta,


yang tidak sabar menahan kepahitan sesaat,
dan lebih memilih kehinaan sepanjang abad;


ia berkelana memburu dunia, 
padahal dunia kelak pasti sirna


sementara, ia justru malas meniti jalan menuju akhirat,
padahal semua akan berakhir disana !





(al-fawaid, hal 141)

Musibah Menghapus Dosa ...



Akhi ukhti..

Tatkala kita mengetahui besarnya jumlah utang kita

Dan kita mengetahui pula bahwa jumlah aset kita tidak cukup untuk melunasinya

Bahkan kalau kita mempekerjakan diri kita dan keluarga kita untuk menebus hutang

Maka kita tergolong orang yang bangkrut, pailit.


Sekarang coba bayangkan, dalam setiap harinya,

berapa banyak dosa yang kita lakukan

Kita tidak pernah menghitungnya,


kalau amal kebajikan insyaAllah dihitung..

sebagian tidak merasa berbuat dosa,

karena memang ia tidak mengetahui mana yang dosa dan mana yang bukan..


Lepas dari semua itu, Allah, ar Rahman ar Rahiem..

Yang Maha mengetahui dengan segala kekurangan hambanya,

telah membuat suatu sistem pelunasan dosa yang sangat indah..

Yaitu, dengan menurunkan berbagai macam musibah

مَا يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ
مِنْ وَصَبٍ ؛ وَلَا نَصَبٍ ؛ وَلَا هَمٍّ ؛ وَلَا حَزَنٍ ؛ وَلَا غَمٍّ ؛ وَلَا أَذًى
- حَتَّى الشَّوْكَةُ يَشَاكُهَا - إلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

“Tidaklah menimpa seorang mukmin berupa rasa sakit (yang terus menerus), rasa capek, kekhawatiran (pada pikiran), sedih, kesusahan hati atau sesuatu yang menyakiti sampai pun duri yang menusuknya melainkan akan dihapuskan dosa-dosanya.”

(HR. Bukhari no.5641 dan Muslim no.2573)


Jadi yang lagi sakit,

pada hakekatnya dia sedang melunasi hutang-hutangnya

Maka tiada kata yang lebih pantas diucapkan pada waktu itu kecuali bersyukur kepada Allah


Salah satu ulama' salaf berkata:

لولا مصائب الدنيا
لوردنا الآخرة مفلسين

"Andai kata bukan karena musibah-musibah dunia, niscaya kita akan datang pada hari kiamat dalam keadaan bangkrut".


Bagi akhi ukhti yang sedang dapat musibah..

saatnya menjadikan musibah itu sebagai ladang pelunasan dosa..

Dengan menata hati,

Bersabar

Meridhoi takdir ilahi

Bersyukur kepada Rabbi

Selamat mengamalkan




Ditulis oleh Ustadz Dr. Syafiq Reza Basalamah MA

Saatnya Mengoreksi diri ....



Akhi... ukhti...



Betapa nikmatnya menyeruput secangkir teh hangat di pagi hari yang sejuk

Betapa lezatnya menikmati suguhan es teler di tengah panasnya terik mentari yang menyegat

Betapa indahnya duduk di sebuah taman yang indah bersama orang-orang yang dicintai



Namun semua kenikmatan itu akan terputus

Akan sirna dan lenyap

Berganti dengan azab Allah dan siksanya bila ternyata kita terlena Selama berada di dunia

Tersilaukan dengan kenikmatan sementara sehingga lupa

Bahwa setiap detik yang berlalu akan ditanya



Mereka yang tidak lulus dalam menjawab soal-soal tersebut

Maka tiada lagi senyum yang menghias di bibir

Tiada lagi secangkir teh hangat

Atau semangkuk es teler

Yang ada hanyalah siksaan dan siksaan

Tiada pernah berhenti sejenakpun

Pernahkah kau melihat ikan goreng yang telah mengelupas kulitnya

Bagaimana kiranya bilah wajahmu yang digoreng??



Tengoklah rintihan penghuni neraka



وَنَادَى أَصْحَابُ النَّارِ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ أَنْ أَفِيضُوا عَلَيْنَا مِنَ الْمَاءِ أَوْ مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَهُمَا عَلَى الْكَافِرِينَ (٥٠)

“Dan penghuni neraka menyeru penghuni syurga: “Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah dirizkikan Allah kepadamu”. mereka (penghuni surga) menjawab: “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir.” ( Al-A’raf 50)



Bahkan karena pedihnya siksaan yang diterima, mereka minta mati

Iya mereka minta mati...

Mereka menyeru MALIK penjaga neraka

“Mereka berseru: “Hai Malik(2) biarlah Tuhanmu membunuh kami saja”. Dia menjawab: “Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini)..”(Qs. Az-Zukhruf 77)

Tiada kematian di sana....

Akhi ukhti...

Sebelum nasi menjadi bubur

Saatnya mengoreksi diri

Setiap kau meneguk air

Tanyakan pada dirimu apakah kelak aku akan meneguknya di akhirat?

Atau.......


YAA ALLAH MASUKKAN HAMBA KE SYURGAMU

DAN JAUHKAN HAMBA DARI NERAKAMU

AMIEN...

~Ust. DR. Syafiq Reza Basalamah, MA~

Allah mencintaimu ...




Ketika ada manusia yang mencintaimu, 
maka kau akan merasa bahwa dirimu cantik 
dan duniapun menjadi luas.



Maka bagaimana kalau Allah yang mencintaimu, 
dan Dialah Rabb yang Maha Indah, 
Rabb di kala kesempitan, 
dan Rabbnya segala sesuatu.




@elmasrw - Dr Ahmad Isa al Mu’sharawi, 
ketua lajnah tashih al Quran di al Azhar, Doktor ilmu hadits Universitas al Azhar, Mesir.
 9/5/2014  via Twit Ulama

Jumat, 09 Mei 2014

Kekosongan dan Kesombongan



Kekosongan dan Kesombongan

Banyak orang merasa bangga dengan apa yang mereka miliki.

Saat mereka kaya dengan ilmu atau pun harta, 

maka akan sangat sulit untuk berbagi dan takut untuk disaingi.

Ketika orang menjadi sombong, mereka akan haus dengan pujian-pujian.

Kita dilahirkan dengan telanjang. 

Tidak ada bayi yang lahir dengan membawa gelar atau pun kekayaan.

Kita lahir pun juga karena pertolongan orang lain, 
kita tidak bisa lahir dengan sendirinya. 

Seorang ibu dengan bantuan dokter, 
bersama-sama berjuang melawan maut untuk melahirkan kita.

Lalu apa yang pantas untuk kita sombongkan?

Kesombongan dapat menjadi bumerang bagi diri sendiri.

Saat kita sombong, kita akan menjadi egois dan tidak membutuhkan orang lain.

Bagaimana saat kita mengalami kesukaran?

Dapatkah kita meminta pertolongan pada “kesombongan” itu sendiri?

Kesombongan dapat menjadi alat pembunuh untuk diri sendiri.

Kesombongan yang kita miliki 
dapat melukai perasaan orang-orang di sekitar kita. 
Dan sampai pada saatnya nanti, 
luka itu akan kembali pada kita.

Sombong itu tidak abadi. 
kerendahan hati membawa kenangan 
yang tak terlupakan. 

semoga bermanfaat.

Sedekah ....




Sedekah: belilah beberapa buah kursi, kemudian letakkan di dalam masjid.

Supaya mendapat pahala setiap orang yang ingin memakainya saat sholat (sering d dapati di masjid2 arab mekkah dan madinah)

Inisiatif - sedekah: letakkanlah di jendela kamarmu segelas air atau makanan untuk burung-burung kecil yang datang hinggap ke sana.

Inisiatif - sedekah: sisihkanlah dari hasil upah jerih payahmu, sedikit untuk di sumbangkan kepada anak yatim.

Inisiatif - sedekah: belilah sekantong plastik kaos tangan dan kaos kaki, agar bisa di berikan kepada para pekerja.


Inisiatif- sedekah: letakkanlah di kamarmu sebuah kotak, dimana setiap kali kamu merasa melakukan dosa, masukan uang receh 3-5rbu ke dalamnya, jika sudah genap 1 bulan, buka kotak itu, dan besedekahlah dengan uang tst.
Lakukanlah ini tiap bulannya.

Inisiatif- sedekah: jika en
gkau hadir dlm acara kumpul2 bersama keluarga dan kerabat, belilah 1/2 buah karton air putih, niatkan utk sedekah kpd orang2 yang butuh minum, yang sakit, lainnya.


Inisiatif- sedekah: jika kmu mengisi bensin, kemudian datang petugasnya ingin mengembalikan uang receh sisa bensin, tanyakan apakah dia muslim?

Jika ia, biarkan sisa uang itu untuknya sebagai bentuk sedekah, jika bukan seorang muslim, tetap berikan dengan niatan semoga dia cinta kepada agama islam dan masuk ke dalamnya


Inisiatif - sedekah: belilah mushaf (al quran) letakkan di salah satu masjid, dan bayangkan berapa pahala yang akan kamu dapat pada setiap huruf yang mereka mau membacanya


Inisiatif - sedekah: berikanlah perasaan gembira kpd setiap muslim, terkhusus kpd mereka2 yang sedang di timpa kesedihan.


Inisiatif- sedekah: lemparkanlah senyum kepada orang yang kamu temui, berilah salam kepada orang yang duduk, dan bertuturlah dengan ucapan yang baik karena semuanya adalah sedekah.


Inisiatif - sedekah: jangan biarkan engkau tertidur, melainkan telah engkau ampuni setiap orang yang telah berbuat jelek kepadamu dari menggibahi, mengadu domba, dan mendzalimimu


Iinisaitif- sedekah: kirimkan broadcast ini ke semua kontakmu, siapa tahu ada orang yang mau mengamalkan ini, sehingga kamu pun akan di beri pahala karenanya.

سبحان الله والحمد لله ولا اله إلا الله والله أكبر ..سبحان الله العظيم

Berlomba-lombalah dalam kebaikan...

Wabillahi taufik