Laman

Kamis, 12 Maret 2015

Sepucuk Surat Untuk Sahabatku ...



Ustadz Aan Chandra Thalib حفظه الله تعالى


“Sahabat, dengarkanlah sejenak..
Diriwayatkan bahwa apabila penghuni surga telah masuk ke dalam surga, lalu mereka tidak menemukan sahabat-sahabat yang selalu bersama mereka di dunia, mereka bertanya tentang sahabat mereka itu kepada Allah Subhanahu wa ta’ala ..


“Yaa Rabb.. Kami tidak melihat sahabat-sahabat kami yang sewaktu di dunia shalat bersama kami, puasa bersama kami dan berjuang bersama kami,”
Maka Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: “Pergilah ke neraka, lalu keluarkan sahabatmu yang di hatinya ada keimanan walaupun hanya sebesar dzarrah.” (HR. Ibnul Mubarak dalam kitab “Az-Zuhd”)

Al-Hasan Al-Bashri berkata, “Perbanyaklah Sahabat-sahabat Mu’min-mu, karena Mereka memiliki Syafa’at pada hari kiamat.”

Ibnul Jauzi pernah berpesan kepada Sahabat-sahabatnya sambil menangis,

“Jika kalian tidak menemukan aku nanti di surga bersama kalian, maka bertanyalah kepada Allah ta’ala tentang aku, “Wahai Rabb Kami.. Hamba-Mu fulan, sewaktu di dunia selalu mengingatkan kami tentang ENGKAU. Maka masukkanlah dia bersama kami dalam Surga-Mu.”


Sahabatku.. Mudah-mudahan dengan ini, aku telah Mengingatkanmu tentang Allah ta’ala ..
Agar aku dapat besamamu kelak di surga & meraih Ridha-Nya..


Ya Allah..
Aku memohon kepada-Mu..


Karuniakanlah kepadaku Sahabat-Sahabat yang selalu mengajakku untuk tunduk, patuh & taat pada Syariat-Mu..

Kekalkanlah persahabatan kami hingga kami bertemu di akhirat nanti dengan-Mu..

Amiin…

(Disadur dari cuplikan ceramah Ust. Badrussalam Lc, -hafidzahullah- dengan sedikit perubahan)

Renungan Sesat ....




Nabi Adam melanggar larangan..
Ia pun bertaubat..
Iblis tidak mau menaati perintah..
Ia tak mau bertaubat..

Melanggar larangan biasanya karena syahwat..
Sedangkan tidak mau taat..
Seringnya karena kesombongan..

Memberi faidah untuk kita..
Bahwa meninggalkan perintah..
Lebih berat dari melanggar larangan..
Walau keduanya berat..

Melakukan maksiat karena kesombongan..
Menyebabkan pelakunya tak mau taubat..
Berbeda bila ia lakukan karena terdorong syahwat..
Lebih mudah kembali dan bertaubat




Ust. Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى