Laman

Kamis, 10 November 2011

Anak Adalah Anugrah



Mendidik anak adalah sebuah seni yang menarik namun sangat memerlukan ilmu. Paduan yang pas dan seimbang antara ilmu, logika dan perasaan, akan menghasilkan keteladanan dan panutan bagi sang anak. Hal tersebut juga akan turut menentukan kualitas pertumbuhan, kesehatan,serta kecerdasan mental atapun spiritual bagi sang buah hati.

Tugas orang tua pada intinya adalah mengenalkan anak agar mengerti tujuan hidupnya  yaitu beribadah hanya kepada Allah Subhanahu Wata'ala. Penghambaan diri itu dapat dilakukan melalui berbagai aktifitas kehidupan. Katakan dengan bahasa yang mereka mengerti dan sesuai dengan umur mereka, bahwa pengakhiran sebuah kegiatan, kerja, ataupun aktifitas lain, dilakukan hanya untuk Ridho Allah semata.

Dan seiring waktu, ketika anak tumbuh dewasa, hal ini menjadikan anak tidak lagi gamang menatap kehidupan, dimanapun, kapanpun, dan berpartner dengan siapapun. Dia tak akan merasa rugi karena nilai mutlak sebuah pengabdian kepada Allah adalah selalu berintikan kepada kebaikan. Ketika seorang anak dapat sedikit demi sedikit memahami hal itu, maka tidak ada lain, kecuali dia akan mengarahkan dirinya menjadi orang baik, dalam susah maupun senangnya kehidupan.

Keimanan juga menciptakan pribadi anak menjadi sosok yang mandiri. Betapa tidak, keimanan membuatnya tidak lagi bergantung kepada makhluk melainkan hanya Sang Penciptanya. Dengan penuh kesyukuran dia akan selalu menggali potensi diri dan percaya bahwa dia mampu, walau saat melangkah sendiri bersama Allah Ta'ala
.
Tak perlu dengan bentakan, tak perlu dengan kekerasan. Anak hanyalah makluk yang belum tahu dan butuh proses untuk tahu. Memang perlu waktu dan kesabaran untuk memberi tahu. Masihkah kita ingat ketika kita dulu kanak- kanak, dan kehidupan sangat belum terisi dengan pengertian tentang keadaan. Ya, seperti itulah keadaan mereka sekarang. Maka percuma memahamkan mereka dengan kekerasan dan dan atau bentakan. Hal itu justru akan membangun karakter keras dan pemberontak dalam diri anak. Mengapa begitu? karena sejatinya anak hanyalah seperti spons kering yang menyerap semua yang mereka lihat dan dengar dengan kemampuan ilmu dan pengalaman yang minim sebagai penyaringnya.

Maka bahasakan perhatian kepada anugrah anda tersebut dengan bahasa kasih sayang. lewat bahasa kasih sayang pada akhirnya dia juga akan belajar perduli dengan sekitarnya. Lewat kasih sayang mereka belajar, simpati, empati, dan atau belajar melakukan atau menghindari pekerjaan berikut dengan pemahaman konsekuensi dari semua itu.
Apapun keinginan dan cita- cita anda atasnya ungkapkan dengan kasih sayang. Karena tidak ada ke khas an dari sebuah kasih sayang kecuali hanya kebaikan. Kasih sayang bukan berarti tuntutan,walau kita sangat menginginkan.

Kasih sayang bukan berarti menyakiti, walau kita kadang harus memberikan sedikit interupsi. Kasih sayang memahamkan anak atas akibat dari sebuah situasi tanpa harus menakuti untuk terlibat didalamnya. Kalau sudah begini, anak akan mampu beradaptasi dengan berbagai lingkungan dan percaya diri dalam menentukan langkah hidupnya.

Kasih sayang bukan berarti selalu melindunginya dari tantangan. Kasih sayang justru menyadarkan anak agar belajar untuk memecahkan setiap persoalan yang dihadapinya tanpa bantuan orang lain.

Kemandirianpun selanjutnya insyaallah akan terbentuk sebagai kepribadiannya. Dia tidak mudah untuk bergantung kepada makhluk, bahkan kalau bisa dia yang mengharuskan diri untuk menolong sesamanya.

Benar- benar seorang anak adalah anugrah maka jagalah. Kehadirannya mengubah hidup kita menjadi lebih berarti. Dia datang menawarkan hari- hari baru yang lebih indah. Karena kehadirannya, kita juga belajar arti tanggung jawab sebagai orang tua. syukurilah dengan menjaganya baik- baik.

Maka jangan salah dalam berinfestasi, dialah yang akan membawa keuntungan dan kebahagiaan untuk kita, bahkan saat kita telah tiada. Kenali dan akrabi karunia anda tersebut sehingga Allah benar- benar melihat bahwa anda sedang dan memang pandai berterima kasih.

Dialah yang mengangkat tangannya untuk mendoakan kita saat kita telah tiada. dengan bahasanya yang apa adanya, dia memohonkan keampunan atas semua dosa- dosa kita bahkan saat cambuk malaikat mengenai kulit kita.
Lihatlah diluaran sana, banyak sekali manusia yang memegang takdirnya untuk tidak bisa memiliki anak, bahkan walaupun hanya seorang. Mungkin dengan mudah Allah bisa mengganti peran mereka dengan anda, namun betapa Allah sangat mengasihi anda, dia berikan kebahagiaan anda lewat kehadiran tawa si kecil di rumah dan ruang hati anda.

Anak adalah kertas putih yang siap untuk anda torehkan catatan atau apapun didalamnya. Maka tuliskanlah yang baik- baik, sehingga ketika setelah bertahun- tahun catatan tersebut dibuka, maka anda akan tetap terkenang sebagai orang tua yang baik.

Bila anda menjumpai kenyataan takdir bahwa sampai sekarang Allah belum berkenan memberikan seorang anak keturunan darah daging anda, hendaknya ingatlah kisah Nabi Zakaria a.s. Kisah beliau tentunya akan menjadi motivator untuk terus berusaha dan berdoa. Apakah beliau bersedih saat itu? Bahkan nabi zakaria pun sempat Nabi Zakaria a.s. berkeluh kesah kepada Alloh tentang dirinya yang tidak mempunyai keturunan.Beliau pesimis karena usianya sudah lanjut,tetapi yang membuat beliau istimewa adalah beliau tidak  berputus asa dan terus berdoa hingga kemudian Allah menunjukkan kebesarannya dan menghadirkan seorang anak,seperti yang tertulis dalam Alquran surat Maryam:3-9.

Berbesar hatilah dengan senyum dan pikiran bahwa tak semua hal berjalan sesuai dengan yang kita kehendaki,bila ikhtiar dan doa telah dilakukan namun belum juga membuahkan hasil,pasrahkan saja kepada Alloh.KIta mengakui Allah sebagai Robb satu- satunya di jagad raya ini, maka kitapun harus percaya bahwa sangatlah mudah bagi Allah bila menghendaki saat ini kita langsung punya keturunan. Percayalah, Allah punya rahasia dan skenario tersendiri atas kita, yang mungkin dengan bahasa naturalnya manusia, kita tak akan mungkin paham atasnya. Namun satu hal yang pasti, Dia adalah yang maha berkasih sayang, yang tentunya tak akan mungkin mendholimi kita dengan semua kehendaknya.

Tetaplah positif memandang hidup, jangan sampai keinginan mulia kita untuk memiliki anak dan merawatnya malah mengubah kita menjadi jahat karena sampai sekarang keinginan kita tersebut belum dipenuhi oleh Allah. Kita ambil saja hikmahnya,kita menjadi lebih dekat kepadaNya,menjadi lebih rajin beribadah.

Percayalah, bahwa Allah Maha Menyayangi hambanya, suatu hari kita akan mengerti maksud Allah meletakkan kita pada situasi sekarang. Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan doa Hambanya. Selama kita berdoa insyaAlloh kita akan selalu diberi kebaikan dan keuntungan serta diampuni dosa-dosa kita oleh Alloh.

Sekali lagi, skenario Allah Atas apapun yang menimpa kita adalah selalu cantik adanya. Prasangka baik kepadaNya tidak lain hanyalah memberi kebaikan.

Dan untuk anda yang telah dianugrahi anak- anak, didiklah anugrah Allah tersebut sebaik- baiknya. Titipan bisa diambilNya kapan saja, sekarang siang.. siapa tahu nanti sore kita tidak bisa menemuinya lagi. Maka, tunggu apa lagi. Berikan kasih sayang yang terbaik dari anda selalu, untuk anak- anak anda.


(Syahidah)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar