Laman

Minggu, 20 Oktober 2013

Wahai Ibu Jangan Terlalu Keras Pada Anakmu....



Allah Ta’ala adalah Zat yang Maha Lemah Lembut.
 Allah Ta’ala menyukai kelemahlembutan dalam segala urusan. 


Karenanya, telah menjadi kemestian bagi seorang muslim untuk senantiasa mengedepankan sikap lemah lembut ini.
 Dalam mendidik anak, hendaknya menghindari cara-cara kekerasan. 
Baik kekerasan bersifat fisik, juga kekerasan dengan menggunakan lisan (verbal).
 Demikian pula dalam urusan lainnya, hendaknya redam cara-cara yang berbau kekerasan.


Kekerasan verbal bisa dimaknai sebagai bentuk kekerasan yang tidak menggunakan tutur kata yang santun, yang bersifat menyakiti dan menzalimi orang lain. Mengumpat, mencaci maki, berdusta, menggunakan kosa kata tak patut dan santun, adalah bagian dari kekerasan bersifat verbal.


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengingatkan hal ini berdasar hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Kata beliau (artinya):

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir berucaplah yang baik atau (bila tak mampu berkata yang baik) hendaklah diam.”

(HR. Muttafaqun ‘alaihi).


Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, siapakah muslimin yang utama itu?” Jawab Rasulullah, “Kaum muslimun yang menjadikan orang lain selamat dari lisan dan tangannya.”

(HR. Muttafaqun ‘alaihi, hadits dari Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu)


Dalam hadits lain, Aisyah radhiyallahu ‘anha menceritakan sosok suami beliau yang tak pernah melakukan kekerasan fisik kepada anggota rumah.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tak pernah menggunakan tangannya sedikit pun (melakukan kekerasan fisik) terhadap istri dan pembantunya, kecuali saat jihad di jalan Allah.”

(HR. Muslim)


إن الله رفيق يحب الرفق في الامر كله
“Sesungguhnya Allah adalah Zat Yang Maha Lemah Lembut, dan Dia menyukai kelemahlembutaN dalam setiap perkara.”

(HR. Muttafaqun ‘alaihi)

Karenanya, sudah sepantasnya bagi setiap muslim meninggalkan kebiasaan melakukan kekerasan. 
Jangan didik anak-anak dan lingkungan kita dengan wajah kekerasan. 
Mulailah dari rumah kita. Wallahu ‘a’lam.



Jikalau anak bertingkah laku yang memancing emosi, bersabarlah dan menahan diri baik lisan maupun tangan. 
Bersikap tegas dan disiplin itu penting dalam rangka mendidik, namun bukanlah berarti dengan kekerasan verbal maupun fisik. 
Selain bisa membekas menjadi luka hati, juga bisa menjadi 'contoh langsung' yang dapat ditiru anak untuk melampiaskan kekesalan dengan amarah pada orang lain yang ia anggap lemah posisinya, seperti adiknya, khodimat (PRT) atau pada anaknya atau istrinya kelak saat ia sudah dewasa.


Jangan sampai menyesal di kemudian hari..

Hanya Allah yang memberi taufiq...

Allahu a'lam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar