Laman

Senin, 26 Agustus 2013

Episode Ini Telah Berakhir....


Suatu hari seorang suami mengadakan perjalanan bersama istri dan anak-anaknya. Dalam perjalanan, mereka berpapasan dengan sebuah sosok. Sang lelaki bertanya kepadanya:

"Engkau siapa?"

Dia menjawab:

"Aku adalah 'HARTA'

Maka sang suami bertanya kepada istri dan anak-anaknya:

"Apa kita biarkan dia bersama kita (dalam mobil) melakukan perjalanan?"

Istri dan anak-anaknya menjawab:

"Tentu saja boleh. Dengan keberadaannya memungkinkan kita untuk melakukan apa saja dan mempengaruhi siapa saja sesuai kehendak kita."

Jadilah si HARTA ikut bersama mereka dalam perjalanan tersebut.


Beberapa saat setelahnya, mereka berpapasan dengan sosok lain.

Suami bertanya kepadanya: "Siapa engkau?"

Dia menjawab:

"Aku adalah KEKUATAN"

Maka sang suami bertanya kepada istri dan anak-anaknya:

"Apa kita biarkan dia bersama kita (dalam mobil) melakukan perjalanan?"

Istri dan anak-anaknya menjawab:

"Tentu saja boleh. Dengan keberadaannya memungkinkan kita untuk melakukan apa saja dan mempengaruhi siapa saja sesuai kehendak kita."

Jadilah si KEKUATAN ikut bersama mereka dalam perjalanan tersebut.


Begitulah seterusnya, mereka bertemu dengan banyak sosok dan mengajak mereka bersama dalam perjalanan hingga penuhlah mobil dengan syahwat dan kelezatan dunia.

Beberapa saat kemudian, mereka berjumpa dengan sebuah sosok yang penampilannya berbeda dengan sosok-sosok sebelumnya.

Suami bertanya kepada sosok tersebut:

"Engkau siapa?"

Dia menjawab:

"Aku adalah AGAMA"

Lantas suami istri tersebut dan anaknya mengatakan dengan suara kompak:

"Maaf, ini bukan saatnya. Kami ingin dunia dan kenikmatannya namun engkau akan mengharamkannya untuk kami. Engkau akan mengajak kami menuju keistiqamahan.

Engkau akan mengajarkan kami tentang halal, haram, puasa, hijab, shalat, dan dan dan dan lain sebagainya.

Namun, barangkali nanti kami bisa kembali kepada AGAMA setelah meneguk dunia dan apapun yang ada di dalamnya."


Bertemulah mereka dengan sosok terakhir yang benar-benar mengharuskan mereka berhenti dan tidak dapat melanjutkan perjalanan.

Sosok tersebut berkata kepada sang suami:

"Perjalanan ini akan berakhir disini. Engkau mesti turun dan ikut bersamaku."

Sang suami tak bisa berbuat dan berkata apa-apa.
Sosok tersebut kemudian bertutur:

"Aku mencari AGAMA. Apakah dia bersamamu saat ini?"

Sang suami berkata:

"Aku meninggalkannya baru saja. Biarkan aku kembali mengambil AGAMA dan menemuimu nanti bersamanya."

Maka sosok tersebut menjawab:

"Engkau tak akan mampu kembali karena perjalanan ini telah berakhir dan kembali lagi adalah suatu hal yang amat mustahil.

Sang suami berrkilah:

"Tunggu, tapi di dalam mobilku ada HARTA, KEMAMPUAN, ISTRI dan ANAK-ANAK dan dan dan…"

Sosok tersebut menukas:

"Apakah tak cukup sedikitpun Allah bagimu?

Engkau biarkan dan tinggalkan AGAMA di jalan."

Sang suami bertutur:

"Lantas engkau ini siapa?"

Sosok menjawab:

"Aku adalah kematian yang dahulunya engkau lalaikan dan tak kau duga-duga kedatangannya."

Lantas sang suami menoleh sejenak ke arah mobilnya. Istrinya mengambil alih untuk menggantikannya mengendarai mobil tersebut.

Mobil yang berisi ISTRI, ANAK-ANAK, HARTA, KEDUDUKAN, dan kenikmatan dunia itu pun berlalu meninggalkan dia seorang diri.



_________
Diterjemahkan dari sebuah page berbahasa arab.

Fachrian Almer Akiera
Ragunan, Jakarta Selatan, Pertengahan Syawwal 1434 H

Romantis itu adalah .....




Romantis adalah ....

Cemburu yang bagai api. Membuat beku saat tiada.
Menghangatkan ketika tepat ukurannya, dan membakar saat meraksasa.


Romantis adalah..

Katakan pada isteri, “Engkaulah separuh agama, penjaga ketaatanku.”


Romantis adalah..

Ada dua pilihan saat bertemu cinta, jatuh dan bangun.
Padamu kupilih yang kedua, agar cinta jadi istana, tinggi gapai surga.


Romantis adalah..

Suami bangunkan isteri, isteri bangunkan suami.
Saling cipratkan wudhu’ lalu mencium dengan senyum: ” Yuk, shalat tahajjud “


Romantis adalah..


Mengajak isteri mengisi kajian muslimah lalu berbisik,
“Tetaplah engkau yang tercantik di hatiku.”


Romantis adalah..

Saat Allah menjawab doa pinta kita;
“Tidak hambaKu, aku punya yang lebih baik dari yang kau minta itu. Untukmu.”


Romantis adalah..

Meragamkan keluhan. Kadang, “Ya Allah, aku punya masalah besar.”
Lain waktu, “Hai masalah, aku punya Allah nan Maha Besar!”


Romantis adalah..

Memaafkan saudara yang khilaf, memeluknya dan berbisik,
“Dalam tiap takdir kesalahanmu, kuberharap ada takdir kemaafanku.”


Romantis adalah…

Bertanya pada isteri, “Ada makanan hari ini?” Dijawab, “Tidak.”
Maka senyumlah dia dan ujarnya, “Kalau begitu aku puasa..”


Romantis adalah..

Menyadari bahwa menikahi orang yang dicinta hanya kemungkinan.
Sedang mencintai orang yang dinikahi adalah KEWAJIBAN .


Romantis adalah..

Isteri melepas suami bekerja, senyum, kecup dahi, dan berkata:
“Bang, isterimu lebih rela lapar daripada makan barang haram.”


Romantis adalah..

Seperti Khadijah yang tak bertanya lihat suaminya pulang gemetaran, takut, menggigil.

Hanya memahami, hanya menyelimuti.


Romantis adalah..

Lelaki yang meski tak tampan..

Tapi senantiasa bisa membuat isterinya merasa sebagai wanita tercantik di dunia.


Romantis adalah..

“Sebelum menikah denganmu, aku pernah mencintai seseorang,” kata Fatimah.

“Siapa?” tanya Ali. “Engkau,” jawab Fatimah.


Romantis adalah..

Kau titikkan air mata, jatuh di pipi kekasih nan tidur di pangkuan.
Ujarnya, “Jangan sedih, Allah bersama kita..”


Romantis adalah..

Saat ketika kata tak perlu terucap, hanya mata saling tatap..

Dan kita tahu cinta menggelora bagai samudera


Romantis adalah..

6 tahun bersamamu Cinta, banyak hal tak bisa diungkap kata.

Ringkasnya : Engkaulah separuh agama, penjaga ketaatanku.


Romantis adalah..

Berada di depan ribuan wanita, SMS isteri:

“Di hadapanku ada ribuan gemintang, tapi tak tampak. Sebab kaulah matahariku..”



~ 180807, sebuah bingkisan 6 tahun perjalanan cinta.. dikutip dari kultwit #Romantis Salim A. Fillah, dengan sedikit perubahan ~

10 Sampah Jiwa Menurut Ibnul Qayyim



10 Sampah Jiwa Menurut Ibnul Qayyim

Ibnul Qayyim rahimahullaah (wafat: 751-H) mengatakan:

"Ada sepuluh hal yang tidak bermanfaat, layaknya sampah buangan bagi seorang insan":

(1)
علم لا يعمل به

Ilmu yang mengendap lantas mati, tidak terhidupkan dalam wujud amal yang shalih.

(2)
وعمل لا إخلاص فيه ولا اقتداء

Amal yang kosong dari ruh keikhlasan dan sunyi dari spirit mutaaba’ah kepada sunnah.

(3)
ومال لا ينفق منه فلا يستمتع به جامعه في الدنيا ولا يقدمه أمامه في الآخرة

Harta yang tidak di-infaq-kan di jalan Allaah, tidak pula mampu dinikmati oleh para penimbunnya di dunia, dan tidak juga akan dihadirkan di hadapannya kelak di akhirat.

(4)
وقلب فارغ من محبة الله والشوق إليه والأنس به

Hati yang kosong dari Mahabbatullaah (cinta pada Allaah), melompong dari rasa kerinduan dan kesukaan pada-Nya.

(5)
وبدن معطل من طاعته وخدمته

Badan yang kosong dari ketaatan dan pengkhidmatan pada-Nya subhaanahu wata’aalaa.

(6)
ومحبة لا تتقيد برضاء المحبوب وامتثال أوامره

Rasa cinta pada Allaah yang tidak terikat dengan keridhaan dan kepatuhan pada perintah-Nya.

(7)
ووقت معطل عن استدراك فارط أواغتنام به وقربة

Waktu yang kosong dari koreksi terhadap kealpaan diri, hampa dari amalan yang bermanfaat, dan sunyi dari ibadah yang bisa mendekatkan pada Ilahi.

(8)
وفكر يجول فيما لا ينفع

Pikiran yang berkelana, lalu singgah pada hal-hal yang tidak bermanfaat

(9)
وخدمة من لا تقربك خدمته إلى الله ولا تعود عليك بصلاح دنياك

Pengkhidmatan kepada mereka yang tidak bisa mendekatkan dirimu pada Allaah, dan tidak pula pengkhidmatan tersebut kembali padamu dalam wujud kemaslahatan dunia bagimu.

(10)
وخوفك ورجاؤك لمن ناصيته بيد الله وهو أسير في قبضته ولا يملك لنفسه ضرا ولا نفعا ولا موتا ولا حياة ولا نشورا.

Rasa takut dan harapmu yang engkau peruntukkan bagi selain Allaah, padahal Allaah adalah Dzat yang memegang ubun-ubun mereka yang memiliki dan menguasai mereka secara mutlak.

Sementara mereka, adalah tawanan dalam kekuasaan-Nya.

Sementara mereka, tidak mampu mendatangkan manfaat bagi diri mereka sendiri sekalipun, tidak juga mampu menolak mudharat, tidak sanggup menolak maut, kehidupan dan kebangkitan.

(Nukilan dari kitab Mausuu’atul Akhlaaq waz Zuhdi war Raqaa-iq: 1/10-11, Yaasir Abdurrahmaan, cet.-1 Mu-assasah Iqraa’, tahun 1428).

***

“Semua itu adalah buih yang mengendap, sampah tak bermanfaat yang menumpuk, lantas mengerak, untuk kemudian mengotori jiwa, lalu membunuhnya perlahan dengan racunnya.
Semoga Allaah membersihkan sampah-sampah jiwa, sebelum jiwa itu menjadi sampah yang terpaksa dibuang dan dibersihkan.”

Kamis, 01 Agustus 2013

Selamat Tinggal Ramadan ....


Print
Seakan-akan aku melihat ramadhan..., lalu kusapa ia, "Hendak kemana dikau?"

Dengan lembut ia seakan-akan berkata, "Aku harus pergi, mungkin jauh dan sangat lama. Tolong sampaikan pesanku untuk setiap muslim : Sesungguhnya syawaal telah tiba, salam dan terima kasihku untuknya karena telah menyambutku dengan suka cita. Aku tidak tahu apakah tahun depan ia masih bisa menyambutku lagi atau tidak??.


Jika tahun depan ia masih bisa menyambutku lagi maka aku berharap ia bisa menyambutku dengan lebih baik lagi, dengan penuh tilawah dan sholat malam.


Aku sangat sedih jika mengingat penyambutannya yang kurang berkenan di hatiku. masih terlalu banyak canda, perkataan yang sia-sia serta waktu-waktu yang terbuang tanpa arti...padahal ia tahu bahwa jika ia menyambutku dengan baik maka tentu aku akan menyambutnya dengan lebih baik lagi kelak di pintu Ar-Royyaan....


Akan tetapi semua sudah berlalu dan sudah terlanjur. Semoga setetes air mata yang pernah berlinang dari kedua matanya karena takut tidak bisa menyambutku dengan baik akan menghapuskan kesalahan-kesalahannya dan menyempurnakan kekurangan-kekurangannya.


Sampaikan pula kepadanya bahwa bukanlah lebaran yang hakiki adalah dengan hanya memakai baju baru, akan tetapi lebaran yang hakiki adalah bergembira dengan keimanan dan semangat baru dalam beribadah. Janganlah sepeninggalku ia terjerumus kembali kepada kemaksiatan-kemaksiatan...ingatlah sesungguhnya Tuhan yang ia sembah tatkala ia menjamu kedatanganku...Dialah Tuhan yang juga ia sembah tatkala aku pergi....


Demikianlah pesanku kepadanya, sampaikan salamku kepadanya, semoga ia masih tetap terus merindukan kedatanganku di tahun-tahun mendatang.... sampai ketemu di pintu Ar-Royyaaan...."



by. Ustadz Firanda Andirja

Selasa, 30 Juli 2013

am i still ......



“Am i still chasing the thing
That are less important
In this last 10 night?
Am i still chasing the thing
That are worldly
In this last 10 night?

Am i still chasing the thing
That are of no importance
In this last 10 night?

Am I still chasing the thing
Something other than
The Forgiveness of My Lord?

Ya Rabb
Make this 10 night be the best of night
In this whole of Ramadhan
Ameen Ya Rabb

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni”


Pujian dan Celaan ....



Pujian dan Celaan Tdk Akan Merubah Hakekat Dirimu Di Hadapan Allah
Untuk apa engkau ujub dan bangga dengan pujian manusia...
Apakah pujian tersebut akan merubah hakekatmu?....
Sedikitpun tdk akan mengangkat derajatmu di sisi Allah....
jika memang engkau rendah di sisi Allah


Buat apa pula engkau terlalu bersedih dengan celaan karena penilaian manusia...
Toh celaan tersebut tdk akan merendahkanmu di sisi Allah jika memang engkau mulia di sisiNya...
Carilah keridoan Allah...jangan pernah mencari keridoan manusia... 
Bagaimanapun engkau dipuji orang pasti ada orang lain yang mencelamu....
sebagaimana bagaimanapun engkau dicela pasti ada saja yang sayang dan memujimu...


Ingatlah perkataan Imam Asy-Syafii rahimahullah

رضا الناس غاية لا تدرك

"Keridoan manusia adalah tujuan yang tidak akan pernah tercapai"


by ustadz Firanda Andirja

Jumat, 19 Juli 2013

Harta Di Akherat ....



Allah menjadikan dunia sebagai ladang akherat dan memberikan kesempatan kepada semua orang untuk menggunakan dunia sebagai ladang khusus baginya. 

Menanam dan menabur benih-benih yang disukainya kemudian memanennya didunia dan akherat semua yang telah ditaburnya tersebut. 

Apabila menanam benih keburukan maka pohon dan buahnyapun buruk. 
Dan bila menabur benih kebaikan maka akan tumbuh pohon dan hasil yang baik.

Demikianlah balasan sesuai dengan jenis amalannya dan buah pun dari jenis pohonnya. 
Sebagai permisalahnRasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah bersabda,

مَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ غُرِسَتْ لَهُ نَخْلَةٌ فِي الْجَنَّةِ

“Siapa yang mengucapkan Subhanallah Al-‘Azhim wa bihamdihi maka ditanamkan uintuknya satu pohon kurma disyurga.” 
(H.r. At-tirmidzi dan dishahihkan Al-Albani dalm shahih sunan At-Tirmidzi no. 2757)

Demikianlah pahala dan balasan diakherat sesuai dengan amalan yang dikerjakan seseorang didunia.
 Untuk itulah Allah berfirman,

الْيَوْمَ تُجْزَي كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ لاَظُلْمَ الْيَوْمَ إِنَّ اللهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

“Pada hari ini tiap-tiap jiwa diberi Balasan dengan apa yang diusahakannya. tidak ada yang dirugikan pada hari ini. Sesungguhnya Allah Amat cepat hisabnya.” (QS. Mu’min: 17).

Semua amalan kita telah tertulis dalam satu kitab yang Allah tidak berbuat zhalim pada seorangpun. Allah berfirman:

وَوُضِعَ الْكِتَابُ فَتَرَى الْمُجْرِمِينَ مُشْفِقِينَ مِمَّا فَيهِ وَيَقُولُونَ يَاوَيْلَتَنَا مَالِ هَذَا الْكِتَابِ لاَيُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلاَكَبِيرَةً إِلآ أَحْصَاهَا وَوَجَدُوا مَاعَمِلُوا حَاضِرًا وَلاَيَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا

“Dan diletakkanlah Kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: “Aduhai celaka Kami, kitab Apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). dan Tuhanmu tidak Menganiaya seorang juapun.”
( QS. Al-Kahfi: 49)


Tidak ada satupun amalan baik yang kecil maupun yang besar kecuali telah tertulis dalam kitab tersebut yang akan dibaca setiap orang masing-masing kitabnya. Allah jelaskan hal ini dalam firman-Nya:

وَكُلُّ إِنسَانٍ أَلْزَمْنَاهُ طَائِرَهُ فِي عُنُقِهِ وَنُخْرِجُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كِتَابًا يَلْقَاهُ مَنشُورًا {13} اقْرَأْ كِتَابَكَ كَفَى بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا

“Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya. dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab yang dijumpainya terbuka. “Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu.” (QS. Al-Isra’ :13-14).

Demikian juga Allah jelaskan bahwa setiap amalan kita akan kita lihat nanti diakherat dalam firman-Nya,

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ {7} وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شّرًّا يَرَهُ {8}

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya.dan Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya pula.”
(QS. Al-Zalzalah:7-8).

Amalan ini bukan sekedar dilihat saja namun akan dibalas dengan sempurna semuanya, seperti dijelaskan dalam firman-Nya:


ثُمَّ تُوَفَّى كُلُّ نَفْسٍ مَّاكَسَبَتْ وَهُمْ لاَ يُظْلَمُونَ

“Kemudian tiap-tiap diri akan diberi pembalasan tentang apa yang ia kerjakan dengan (pembalasan) setimpal, sedang mereka tidak dianiaya.” (QS. Alimran:161).


Baginda yang mulia Nabi Muhammad pernah bersabda menyampaikan hadits Qudsi yang berbunyi:

يَا عِبَادِي إِنَّمَا هِيَ أَعْمَالُكُمْ أُحْصِيهَا لَكُمْ ثُمَّ أُوَفِّيكُمْ إِيَّاهَا فَمَنْ وَجَدَ خَيْرًا فَلْيَحْمَدْ اللَّهَ وَمَنْ وَجَدَ غَيْرَ ذَلِكَ فَلَا يَلُومَنَّ إِلَّا نَفْسَهُ

"Wahai hambaKu semua itu adalah amalan kalian yang Aku hitung untuk kalian, kemudian aku sempurnakan balasannya. Siapa yang mendapatkan kebaikan maka pujilah Allah dan yang mendapatkan selainnya maka jangan menyesal.” 
(HR. Muslim).

Barang siapa yang menggunakan hartanya yang halal dijalan Allah maka balasannya dihari kiamat nanti adalah kebaikan dan pahala. Allah berfirman:

وَمَاتُنفِقُونَ إِلاَّ ابْتِغَآءَ وَجْهِ اللهِ وَمَا تُنفِقُوا مِنْ خَيْرٍ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنتُمْ لاَ تُظْلَمُونَ

Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), Maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah. dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikitpun tidak akan dianiaya (dirugikan)
(QS. Al-Baqarah :272)


Sebaliknya orang yang mengumpulkan harta yang haram dan menggunakannya dalam larangan Allah dan RasulNya, maka balasannya dihari kiamat adalah keburukan dan siksaan.


Oleh karena itu marilah kita jadikan harta kita menjadi sebab kebahagian dunia dan akherat kita.


Lihatlah bagaimana pahala harta yang digunakan dijalan Allah!


=Bersambung inya Allah=



Penulis: Ustadz Kholid Syamhudi, L.c.

Kamis, 27 Juni 2013

Jika seluruh Pintu-Pintu Dunia Telah Tertutup...



Jika seluruh pintu-pintu dunia telah tertutup, 

seluruh jalan-jalan telah buntu dihadapanmu, 
segeralah angkat kedua tangan ke langit....
sesungguhnya pintu-pintu langit tidak akan pernah tertutup

 bagi orang yg merendah memohon kepadaNya


أَمَّن يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الْأَرْضِ أَإِلَٰهٌ مَّعَ اللَّهِ قَلِيلًا مَّا تَذَكَّرُونَ


Atau siapakah yang mengabulkan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya). 



(QS An-Naml : 62)



By: Ust. Firanda

Senin, 17 Juni 2013

Kunci-Kunci Diluaskannya Rezeki Seorang Hamba....




“Tidak ada satu makhluk melatapun di muka bumi kecuali Allah yang menanggung rezekinya, dan Dia yang mengetahui tempat berdiamnya dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh)” (Huud : 6)


Sesungguhnya seorang jiwa tidak akan meninggal sampai Allah menyempurnakan semua rizkinya, maka hendaklah kalian bertakwa kepada Allah dan memperbaik cara mencari rizky tersebut. Al Hadits


Dalam mejalani kehidupan, seorang hamba seharusnya meyakini bahwa rizkinya telah ditetapkan oleh Allah. Apabila rizkinya habis, maka dia tidak mungkin hidup di dunia.


Golongan manusia dalam menyikapi mencari rezeki

Berlebih-lebihan

Menganggap bahwa rizkynya datang dari kepandaian dirinya sendiri, tidak pernah berharap kepada Allah. Bahkan menghalalkan apa yang diharamkan Allah. Dalam hadits diatas disebutkan untuk bertakwa kepada Allah dan memperindah cara mencarinya sesuai tuntunan yang halal dalam syariat dalam mencari nafkah.


Menyepelekan

Menganggap bahwa rizkinya akan datang dengan sendirinya tanpa perlu dicari. Walaupun rizky sudah ditetapkan oleh Allah, akan tetapi Nabi tetap memerintahkan kita untuk memperbagus cara mencari riski.

Manfaat mengetahui sebab-sebab diluaskannya riski seorang hamba :

Lurus dalam mencarinya

Seimbang dalam mencari

Dibukakan pintu rahmat

Menambah tawakal

Memperkuat ibadah

Memperindah cara mencari rezeki


Sebab-sebab dilapangkannya rizki seorang hamba

1. Banyak memohon ampun

Maka aku (Nabi Nuh) katakan kepada mereka: “Mohonlah ampunlah kepada Rabb kalian, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat (melimpah ruah membawa kebaikan), dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai (yang penuh dengan kebaikan dan manfaat).” (Nuh 10 – 12)

Dan (Nabi Hud berkata): “Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Rabb-mu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang sangat deras (yang membawa kebaikan) atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu (yang sudah kalian miliki), dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.” (Huud : 52)


Imam Al-Hasan Al-Bashri pernah mendapat pengaduan bahwa manusia ditimpa kelaparan dan beliau memberikan solusi untuk memohon ampun kepada Allah. Begitu juga permasalah lain yang menimpa manusia seperti kemiskinan dan kurangnya keturunan. Saat beliau ditanya kenapa melakukannya, maka beliau membawakan ayat di atas.


2. Menjaga diri di atas ketakwaan

Pengertian takwa adalah mengerjakan segala perintah Allah sesuai dengan yang diperintahkan dengan mengharap pahala, serta menjauhi larangan Allah yang telah ditentukan karena takut akan adzab-Nya. Karena dengan ketakwaan inilah seseorang akan dijamin riskinya oleh Allah.

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (Ath Thalaaq : 2-3)

Sebagian ulama mengatakan bahwa dengan ketakwaan seseorang tidak akan menjadi faqir. Karena Allah akan memberinya kecukupan baik dari sisi dhahir ataupun kecukupan yang lebih besar dari sisi bathin tatkala seseorang bertakwa dengan sebenar-benar ketakwaan. Inilah hakikat dari makna kecukupan, yaitu seseorang akan merasa tenang dengan yang sedikit dan merasa lebih dengan apa yang dianggap kurang oleh manusia.

Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda, “Bukanlah kekayaan itu dengan banyaknya harta benda, tapi kekayaan adalah yang ada di hati” (HR. Bukhari Muslim)


3. Bertawakal kepada Allah

Diriwayatkan dari sahabat Umar bin Khaththab bahwa Rasulullah bersabda, “Andaikata kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, sungguh kalian akan Kami beri rizki sebagaimana burung diberi rizky. Di pagi hari keluar dalam keadaan perut kosong dan kembali dalam keadaan kenyang.” 
(HR Ahmad)


Rukun agar tawakal terwujud secara nyata

Menyerahkan urusannya kepada Allah

Menjalani sebab-sebab untuk mencapai tujuan tersebut

Meyakini apabila kenikmatan tersebut datang semuanya adalah semata dari Allah


Contoh: Seseorang yang sakit menyerahkan urusan sakitnya kepada Allah, akan tetapi dia tetap berobat, berusaha menyembuhkan penyakitnya. Akan tetapi setelah sembuh dia harus mengatakan bahwa kesembuhannya merupakan karunia dari Allah.


Rasulullah memberikan contoh tawakal dengan burung karena burung tersebut tidak memiliki simpanan makanan. Akan tetapi walaupun dengan kondisi yang demikian, dia di pagi hari keluar mencari riski dalam keadaan perut kosong dan di sore harinya sudah kenyang. Dan burung tersebut tidak hanya berdiam diri di sarangnya, akan tetapi keluar mencari rizky.


4. Mensibukkan diri dengan ibadah

Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah bahwa Rasulullah mengabarkan bahwa Allah berfirman dalam hadits Qudsi, “Wahai Hamba-hambaku, hendaknya kalian memenuhi waktu (konsentrasi) dengan ibadah, kalau kalian melakukannya Aku akan memenuhi dada kalian dengan kekayaan, dan Aku akan menutupi kefakiran kalian. Kalau kalian tidak melakukannya, Aku akan memenuhi dada kalian dengan kesibukan dan Aku tidak akan menutup kefakiran kalian.”

Maka hendaknya seorang hamba menyibukkan dirinya dengan ibadah dan tetap berusaha mencari rizkinya. Karena dengan berkonsentrasi terhadap ibadah inilah yang akan mempermudah seseorang dalam mencari rizqy.


5. Mensyukuri nikmat-Nya

Allah berfirman, “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mengumumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (Ibrahim : 7)


Rukun untuk mewujudkan kenikmatan

Memuji Allah dengan lisannya
Mengakui dalam hati bahwa semua nikmat tersebut datang dari-Nya. Apapun kenikmatan yang datang kepada kalian maka itu datangnya dari Allah (An-Nisaa : 79)

Menggunakan kenikmatan tersebut dalam ketaatan


6. Istiqomah di atas agama

Allah berfirman, “Dan bahwasanya: jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak).” (Al-Jin : 16)


7. Menyambung ibadah haji dan umrah

Rasulullah bersabda, “Terus-meneruslah kalian menyambung antara pelaksanaan haji dan umrah, sebab kedua ibadah ini menggugurkan kefakiran dan dosa-dosa sebagaimana api menggugurkan karat di besi”.


8. Menyambung silaturahmi

Diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik bahwa Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang senang Allah luaskan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, hendaknya dia menyambung silaturahmi.”
(HR. Bukhari Muslim)


9. Berinfaq dengan pemberian dari Allah

Allah berfirman dalam hadits Qudsi, “Wahai anak adam berinfaklah, maka akun akan berinfaq kepadamu”


Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda, “Tidak ada satu haripun yang berlalu kecuali ada dua malaikat yang turun, satu malaikat berkata, Ya Allah, berilah kepada orang yang berinfak di hari ini ganti untuknya. Dan malaikat yang lainnya berkata, Ya Allah berikanlah kerugian kepada orang yang tidak berinfak di hari ini.” 
(HR. Bukhari Muslim)

Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya shodaqoh itu tidak pernah mengurangi harta.”
(HR. Bukhari Muslim)


Allah berfirman, “Apapun yang kalian infaqkan dari sesuatu, maka Dialah yang akan menggantinya, dan Dialah sebaik-baik pemberi rizky.” 
(Saba’ : 39)


10. Berinfaq kepada penuntut ilmu

Diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik bahwa datang seorang lelaki kepada Rasulullah mengadukan saudaranya yang belajar kepada Rasulullah dan tidak bekerja, maka dijawab oleh Nabi, “Barangkali kamu mendapat rizky dikarenakan saudaramu.” (HR. Imam Ahmad)

Keberadaan penuntut ilmu ditekankan dalam syariat, karena dengan mereka umat Islam akan mendapatkan manfaat yang sangat banyak.


11. Berbuat baik kepada orang-orang yang lemah

Diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik bahwa Rasulullah bersabda, “Tidaklah kalian itu mendapatkan rizky dan mendapatkan pertolongan kecuali kalau kalian berbuat baik terhadap orang-orang yang lemah diantara kalian.” (HR. Imam Bukhari)


12. Menjaga shalat lima waktu

Diantara cara menjaga shalat lima waktu :

Melakukannya di awal waktu yang utama

Apabila laki-laki maka shalat di masjid

Apabila seorang kepala keluarga maka memerintahkan anggota keluarganya untuk mengerjakan shalat



Allah berfirman, “Dan perintahkanlah kepada keluargamu untuk mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu. Kamilah yang memberi rezeki kepada kalian. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.” 
(Thaahaa : 132)


Ibnu Katsir menafsirkan ayat di atas bahwa apabila seseorang memerintahkan keluarganya untuk mengerjakan shalat dan bersabar terhadapnya, maka dia akan dikaruniakan rizky dari arah yang tidak pernah dia sangka.


(by Al Ustadz Dzulqarnain)

Sabtu, 15 Juni 2013

Curhat Kepada Allah...



Curhat Kepada Allah...

Jika seseorang terbiasa detail menjelaskan keluhannya tatkala curhat kepada sahabatnya....

Lantas .... kenapa ia tidak mencoba untuk membiasakan diri untuk curhat kepada Allah.


Seorang dai berkata, "Tumpahkanlah keluh kesahmu kepada Allah tatkala engkau sujud, jangan engkau bangkit dari sujudmu hingga telah lega hatimu dengan mencurahkan seluruh keluh kesahmu kpd Penguasa alam semesta"


Syaikh Abdurrahman bin Naashir As-Sa'di berkata :
استحباب الدعاء بتبيين الحال وشرحها، و لو كان الله عالماً لها؛ لأنه تعالى يحب تضرع عبده و إظهار ذله و مسكنته.

"Disukai tatkala berdoa dengan menjelaskan kondisi, meskipun Allah telah mengetahui kondisi tersebut. Karena Allah suka tatkala sang hamba merendah dan menampakan kehinaan dan kerendahannya"


By: Ust. Firanda